View Artikel Ilmiah

Kembali
NimG1D014054
NamamhsTALLENTA AYU PRATANDANY
Judul ArtikelHUBUNGAN KESADARAN DIRI (SELF AWARENESS) DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN KANKER SERVIKS DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
AbstrakLatar Belakang: Kanker serviks merupakan penyakit keganasan yang sebabkan oleh Infeksi Human Pappiloma Virus (HPV) dan menimbulkan masalah kesehatan bagi wanita di seluruh dunia termasuk Indonesia. Faktor internal yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien kanker serviks adalah kesadaran diri. Kesadaran diri merupakan keadaan dimana seseorang dapat memahami kondisi dirinya sendiri dengan setepat-tepatnya. Tujuan: Mengetahui hubungan kesadaran diri dengan kualitas hidup pasien kanker serviks di ruang rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling (31 responden). Data di analisis menggunakan uji statistik Fisher. Hasil: Pasien kanker serviks sebagian besar memiliki usia rata-rata 51,42 tahun, tingkat pendidikan SD (48,4%), tidak bekerja (51,6%), mempunyai kesadaran diri buruk (58,1%) dan memiliki kualitas hidup sedang (83,9%). Hasil uji Fisher menunjukan tidak ada hubungan antara kesadaran diri dengan kualitas hidup pasien kanker serviks di ruang rawat inap RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p= 0,134). Kesimpulan: Seseorang yang tidak memiliki kesadaran diri maka tidak memperhatikan penyakitnya. Sehingga kesadaran diri tidak mempengaruhi kualitas hidup seseorang.
Abstrak (Inggris)Cervical cancer is a malignant disease caused by Human PappilomaVirus Infection (HPV) and causes health problems for women worldwide, including in Indonesia. The internal factor that may affect the quality of life is self-awareness. Self-awareness is a state in which a person can precisely understand their own condition. The aim of this study was to know the relationship between self-awareness and quality of life among cervical cancer patients in the inpatient care RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This research was a quantitative research with cross sectional design. The sampling used total sampling technique (31 respondents). The data were analyzed by Fisher's statistical test. Most cervical cancer patients were at an average age of 51.42 years, primary school education (48.4%), did not work (51.6%), had poor self-awareness (58.1%) and had moderate quality of life (83.9%). The result of Fisher test showed that there was no a significant correlation between self-awareness and the quality of life among cervical cancer patients in the inpatient care RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (p = 0.134). A person who has not self-awareness did not concern about their illness. Thus self-awareness does not affect the quality of life.
Kata KunciKanker serviks, kesadaran diri, kualitas hidup
Nama Pembimbing 1Dr. Saryono, S.Kp., M.Kes
Nama Pembimbing 2Arikh Ratna Purwadi, S.Kep, Ns, MH
Tahun2018
Jml halaman11
Page generated in 0.0966 seconds.